Tingkatkan Pemakaian Uang Domestik China-Jepang Tinggalkan Dolar AS

Tingkatkan Pemakaian Uang Domestik China-Jepang Tinggalkan Dolar AS


China dan Jepang sudah sepakat tentang pengaturan mata uang antar kedua negara yang bertujuan guna meningkatkan intensitas keuangan domestik dan memacu aktivitas bisnis antar kedua negara tersebut.

Menurut pandangan dari Bank of Japan (BOJ), pengaturan ini akan berlangsung sampai 25 Oktober 2021, yang akan memungkinkan pertukaran mata uang lokal antara dua bank sentral yang bernilai mencapai 200 miliar yuan atau sekitar 3,4 triliun yen (USD30 miliar).

Kesepakatan ini telah disetujui selama kunjungan Perdana Menteri dari Jepang Shinzo Abe ke China untuk pertemuan formal pertama antara China dan Jepang dalam tujuh tahun pertama.

Pertemuan ini dilakukan saat dua ekonomi terbesar di Asia ini ingin memperkuat hubungan di tengah gesekan perdagangan dengan Aamerika Serikat.

BOJ mengatakan "Dengan penguatan hubungan ekonomi dan keuangan antara Jepang dan China, lembaga keuangan Jepang telah memperluas bisnis berbasis renminbi".

Kebijakan ini bertujuan untuk menendang dolar dalam perdagangan global yang telah menjadi tren akhir-akhir ini diantara negara-negara seperti Rusia, China, Jepang, Iran, Turki, Venezuela, dan negara lainnya.

Presiden Rusia, Vladimir Putin baru-baru ini mendukung mengurangi penggunaan dolar dan mengatakan monopoli dolar itu tidak aman dan berbahaya bagi ekonomi global.





Sumber: akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Bara Hasibuan: Pansus Kecurangan Pemilu 2019 Tidak Miliki Relevansi

Seperti Yang Novanto Katakan SBY Terlibat Bank Century

Hampir Semua Susunan Direksi BNI Dirombak, Kecuali Achmad Baiquni