Awas! Sekolah Swasta yang Kualitasnya Buruk Akan Ditutup Kemendikbud



Sekolah non negeri atau swasta akan ditutup oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) apabila sekolah tersebut memiliki kualitas yang buruk atau abal-abal. Kemendikbud juga kedepannya akan mengikutsertakan sekolah swasta dalam sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan menerima dana bantuan sekolah (BOS).

"Kalau sekolah swastanya abal-abal terus itu akan ditutup. Karena akan memberatkan APBN untuk BOS-nya," kata Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud, Catharina Muliana Girsang di Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019).

Untuk sekolah non negeri (swasta) Catharina menuturkan untuk tidak perlu khawatir takut tidak mendapatkan calon peserta didik baru karena PPDB sistem zonasi. Calon siswa tidak mampu disebutnya bisa bersekolah di sekolah swasta dengan biaya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Mulai tahun depan PPDB untuk sekolah swasta dan juga negeri akan dilakukan secara bersamaan dengan sistem zonasi. Hal tersebut dikatakan Catharina bisa dilakukan karena sekolah swasta dan negeri sama-sama penerima dana BOS.

"Sekolah swasta PPDB-nya harus sama dengan sekolah negeri. Supaya nanti sekolah negerinya tidsk tertampung, sekolah swasta penerima BOS wajib menerima," ujar Catharina.

Kebijakan tersebut nantinya membuat para calon siswa akan bisa memilih untuk bersekolah di sekolah negeri atau swasta. Karena itu sekolah swasta juga dikatakan Catharina akan didorong untuk meningkatkan mutunya.

"Jadi kan nanti otomatis anak yang mampu kalau melihat sekolah negeri belum bagus, mereka akan memilih sekolah swasta lebih bagus. Jadi ini juga mendorong sekolah swasta untuk meningkatkan mutunya," jelas Catharina.


Catharina mengatakan sekolah swasta masih banyak yang memiliki kualitas buruk atau abal-abal namun akan diikutsertakan dalam PPDB zonasi dan menerima dana BOS. Untuk menyikapi hal itu, Catharina mengatakan Kemendikbud akan menutup jika sekolah swasta abal-abal itu tidak meningkatkan mutunya.









Sumber: akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Bara Hasibuan: Pansus Kecurangan Pemilu 2019 Tidak Miliki Relevansi

Seperti Yang Novanto Katakan SBY Terlibat Bank Century

Hampir Semua Susunan Direksi BNI Dirombak, Kecuali Achmad Baiquni