Gara-gara Virus Corona Rupiah Kembali Remuk Kena Gebuk
![]() |
| sumber: |
Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai pelemahan Rupiah masih dipicu oleh Virus Corona.
“Sepekan terakhir, kekhawatiran pasar kembali meningkat karena penyebaran Virus Corona menunjukkan kenaikan di beberapa lokasi atau negara di luar pusat wabah, provinsi Hubei China, seperti di Korea, Jepang, Iran, dan lain-lain,” kata Ariston yang dilansir dari Akurat.co.
Banyak analisis juga bermunculan bahwa wabah Virus Corona ini akan menggerus pertumbuhan ekonomi global tahun ini.
Kekhawatiran ini mendorong pasar masuk ke aset safe haven seperti Emas dan obligasi pemerintah AS, sehingga Harga Emas melejit dan terus naik ke area $1649 per troy ons di Jumat Malam kemarin dan Senin pagi ini sudah naik ke 1681. Serta yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terus turun ke area 1,47% setelah sebelumnya berkonsolidasi di kisaran 1,6%.
"Harga aset berisiko bisa lanjut tertekan hari ini, termasuk Rupiah," tegasnya.
Untuk itu, Ariston memprediksi Rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.760-Rp13.900.
Direktur riset Centre of Reform on the Economics (Core) Piter Abdullah Redjalam menilai pelemahan Rupiah dipicu oleh kekhawatiran Virus Corona meskipun Bank Indonesia (BI) sudah menurunkan Suku Bunga.
"kekhawatiran akan Virus Corona belum mereda dan masih menjadi sumber tekanan bagi Rupiah. Peningkatan kasus Virus Corona di korsel dan Italia menipiskan harapan bahwa Virus Corona akan bisa teratasi dengan cepat," kata Piter yang dilansir dari Akurat.co.
Sumber: Akurat.co

Comments
Post a Comment